Wednesday, January 25, 2017

Etos Kerja, Percaya Diri, Dan tanggung Jawab



  
A.    PENDAHULUAN
Etos kerja adalah Etos berarti pandangan hidup yang khas dari suatu golongan sosial. Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap, kepribadian, watak, karakter, serta keyakinan atas sesuatu. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat. Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok. Kerja dalam arti pengertian luas adalah semua bentuk usaha yang dilakukan manusia, baik dalam hal materi, intelektual dan fisik, maupun hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan maupun keakhiratan.sedangkan percaya diri adalah yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis, bahkan ketika harapan mereka tidak terwujud, mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya[1].
Dari kata : اعْمَلُواعَلَىمَكَانَتِكُمْ QS. Al-an’am/ 6:135, dari kata اعْمَلُوافَسَيَرَىاللَّهُ QS. At-taubah/ 9:105, dari kata مَنْعَمِلَصَالِحًا QS. An -nahl/ 16:97.
Rumusan masalah : pertama : apa makna dari etos kerja dan percaya diri ? kedua : apa maksud dari etos kerja dan percaya diri ? ketiga : apa manfaat etos kerja dan tanggung jawab ? keempat : apa pahala terbesar dari etos kerja yang baik/soleh ?

B.     PEMBAHASAN
1.    Makna dan maksud etos kerja dan percaya diri
Dari QS. Al- an’am ayat 135:
قُلْيَاقَوْمِاعْمَلُواعَلَىمَكَانَتِكُمْإِنِّيعَامِلٌفَسَوْفَتَعْلَمُونَمَنْتَكُونُلَهُعَاقِبَةُالدَّارِإِنَّهُلايُفْلِحُالظَّالِمُونَ
“ Katakanlah, "Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuan kalian, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kalian akan mengetahui." (Al-An’am: 135)
Di dalam ayat ini terkandung makna ancaman yang keras dan peringatan yang tajam. Dengan kata lain, teruskanlah jalan kalian dan arah yang sedang kalian tuju, jika kalian menduga bahwa kalian berada dalam jalan petunjuk. Aku pun akan terus berjalan pada jalan dan metodeku sendiri.Ali ibnu Abu Talhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna firman-Nya: sepenuh kemampuan kalian. (Al-An'am: 135) Yaitu menurut lingkungan kalian[2].
(Katakanlah) kepada mereka ("Hai kaumku! Berbuatlah sepenuh kemampuanmu) sesuai dengan keadaanmu (sesungguhnya aku pun berbuat pula) sesuai dengan keadaanku. (Kelak kamu akan mengetahui siapakah di antara kita) man menjadi maushul dan menjadi maf`ul dari Lafal al-`ilm (yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini.") akibat yang dipuji di akhirat nanti, apakah kami atau kamu? (Sesungguhnya tidak akan mendapat keberuntungan) kebahagiaan (orang-orang yang lalim itu) yaitu orang-orang kafir[3].
Secara garis besar di jelaskan bahwa makna etos kerja adalah menjadikan sesuatu keyakinan, tekad, dan motivasi harus jadi hal yang bner-benar bisa membuat seseorang terus teguh di jalannya dan ideologinya dalam bekerja.
Sedangkan salah satu maksud dari etos kerja dan percaya diri adalah menjadi seseorang terkontol dalam bekerja dan menjadikan orang tersebut lebih berkualitas dalam stiap pekerjaan yang di kerjakannya. Maka betapa sangat terhubungnya etos kerja dan percaya diri karena etos kerja pasti di berengi dengan percaya diri tetapi tidak ada percaya diri maka tidak akan ada etos kerja.
2.    Manfaat etos kerja dan tanggung jawab.
Dari QS. At-taubah ayat 105 :
وَقُلِاعْمَلُوافَسَيَرَىاللَّهُعَمَلَكُمْوَرَسُولُهُوَالْمُؤْمِنُونَوَسَتُرَدُّونَإِلَىعَالِمِالْغَيْبِوَالشَّهَادَةِفَيُنَبِّئُكُمْبِمَاكُنْتُمْتَعْمَلُونَ
Dan katakanlah, "Bekerjalah kalian, maka Allah dan Rasul-Nya Serta orang orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.”
Mujahid mengatakan bahwa hal ini merupakan ancaman dari Allah terhadap orang-orang yang menentang perintah-perintah-Nya, bahwa amal perbuatan mereka kelak akan ditampilkan di hadapan Allah Swt. dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin. Hal ini pasti akan terjadi kelak di hari kiamat, seperti yang disebutkan oleh Allah Swt[4].
(Dan katakanlah) kepada mereka atau kepada manusia secara umum ("Bekerjalah kalian) sesuka hati kalian (maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu dan kalian akan dikembalikan) melalui dibangkitkan dari kubur (kepada Yang Mengetahui alam gaib dan alam nyata) yakni Allah (lalu diberikan-Nya kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.") lalu Dia akan membalasnya kepada kalian[5].
Dari tafsir diatas di jelaskan manfaat etos kerja yang sangat menonjol adalah meperbaiki amal yang kita kerjakan dalam hal pekerjakan apapun atau keseharian kita karena suatu saat semua hal yang kita kerja akan di perlihatkan di depan allah dan rasulullah. Dan selain itu adlaah kita bisa memilih sebuah pekerjaan yang sesuia dengan kemampuan dan eto kerja kita. Sedangkan tanggungg jawab dapat membuat semua pekerjaan kita akan menjadi maksimal dan sepenuhnya dapat  dipastikan kualitasnya 
3.    Pahala terbesar etos kerja yang baik/soleh
Dari QS. An- nahal ayat 97 :
مَنْعَمِلَصَالِحًامِنْذَكَرٍأَوْأُنْثَىوَهُوَمُؤْمِنٌفَلَنُحْيِيَنَّهُحَيَاةًطَيِّبَةًوَلَنَجْزِيَنَّهُمْأَجْرَهُمْبِأَحْسَنِمَاكَانُوايَعْمَلُونَ
Barang siapa yang mengerjakan amal saleh —baik laki-laki maupun perempuan— dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik: dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan.
Janji Allah ini ditujukan kepada orang yang beramal saleh. Yang dimaksud dengan amal saleh ialah amal perbuatan yang mengikuti petunjuk Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya, baik dia laki-laki ataupun perempuan dari kalangan anak Adam, sedangkan hatinya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan bahwa amal yang dilakukan­nya itu merupakan amal yang diperintahkan serta disyariatkan dari sisi Allah. Maka Allah berjanji akan memberinya kehidupan yang baik di dunia, dan akan memberinya pahala yang jauh lebih baik daripada amalnya kelak di akhirat.
Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.
Secara garis bear makna etos kerja adalam menjadikan semua rezeki yang kita dapat dari hasil kita menjadi berkah dan baik. Dan juga sebgai amal soleh yang menjadikan kita mendapat pahala yang besar karena mau berusaha dan bekerja sesuai dengan syariat yang di perintahkan oleh allah dan di ajarkan oleh nabi muhammad saw. 
C.    PENUTUP
KESIMPULAN
1.Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau suatu kelompok
2. Secara garis besar di jelaskan bahwa makna etos kerja adalah menjadikan sesuatu keyakinan, tekad, dan motivasi harus jadi hal yang bner-benar bisa membuat seseorang terus teguh di jalannya dan ideologinya dalam bekerja
3. manfaat etos kerja yang sangat menonjol adalah meperbaiki amal yang kita kerjakan dalam hal pekerjakan apapun atau dalam keseharian
4. Pengertian kehidupan yang baik ialah kehidupan yang mengandung semua segi kebahagiaan dari berbagai aspeknya. Telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan sejumlah ulama, bahwa mereka menafsirkannya dengan pengertian rezeki yang halal lagi baik.
 



[1] Dari Wikipedia Indonesia dan kamus besar indonesia
[2] Buku ringkasan tafsir ibnu katsir juz 4 hal. 292
[3] Dari kitab tafsir jalalain.
[4] Dari kitab tafsir ibnu katsir juz 2 hal. 660
[5] Dari kitaaf tafsir al_maraghi

ILMU TAUHID


 
I.                  PENDAHULAN
Latar belakang.
Islam sebagai agama yang mempunyai dua dimensi yaitu keyakinan atau akidah dan sesuatu yang diamalkan atau amaliah. Amal perbuatan tersebut merupakan perpanjangan dan implentasi dari akidah tersebut. Islam dalah agama samawi yang berasal dari allah saw yang berintikan keimana dan perbuatan.
            Tauhid dalam islam sangatlah fundamental, karena pemahaman dari tauhid itu seseorang dapat beriman dan menjadi seorang muslim. Konsep tauhid dalam islam merupakan salah satu ajaran pokok yang sangat berpengaruh terhadap keislaman seseorang. Kearena bila pehaman tentang tauhid seseorang tidak kuat maka akan goyang pula pilla-pilar keislamannya secara menyeluruh.
II.               PEMBAHSAAN
                Pengertian tauhid
Kata tauhid berasal dari bahasa arab. Tauhid diambil dari masdar atau kata kerja yaitu berasal dari kata wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yang memiliki arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Sedangkan menurut istilah adalahmempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yang merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu yang berupa Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ Wa Shifat. Dalam al-qur’an sering kali kita mellihat ayat-ayat yang menjelaskan tentang tauhid kepada allah. Begitupun dalam hadist nabi saw. Karena tauhid sendiri begitu di tekankan dalam ajaran islam.
Tauhid merupakan konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. Maka wajib baginya menjungjung tinggi dan selalu ingat tentang apa yang telah iya tauhidkan yaitu allah swt. Kata Tauhid tentunya sering kita dengar, tapi sayang, ketika kita mendengar kata Tauhid tidak sedikitpun yang terdetik dihatinya untuk merinding. Padahal asal mula kata Tauhid berasal dari kitab yang sering kita pegang saat ini yakni Al Qur’an. Memahami dan mengamalkan Tauhid itu wajib bagi umat Muslim. Tauhid identik dengan Iman dan Kesungguhan.
                  Kedudukan tauhid.
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah. Tidak ada keraguan lagi bahwa tauhid memiliki kedudukan yang tinggi bahkan yang paling tinggi di dalam agama. Tauhid merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya, sebagaimana dalam hadits Mu’adz bin Jabal radiyallahu ‘anhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepadanya: “Hai Mu’adz, tahukah kamu hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah? Ia menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau mengatakan: “Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.”
Dalam hal ini ada beberapa kedudukan dari tauhid dalam agama sabagai berikut :
1.      Tauhid merupakan dasar dibangunnya segala amalan yang ada di dalam agama
2.      Tauhid merupakan perintah pertama kali yang kita temukan di dalam Al Qur’an sebagaimana lawannya (yaitu syirik) yang merupakan larangan paling besar dan pertama kali kita temukan di dalam Al Qur’an
3.      Tauhid merupakan poros dakwah seluruh para Rasul, sejak Rasul yang pertama hingga penutup para Rasul yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.
4.      Tauhid merupakan perintah Allah yang paling besar dari semua perintah. Sementara lawannya, yaitu syirik, merupakan larangan paling besar dari semua larangan.
5.      Tauhid merupakan syarat masuknya seseorang ke dalam surga dan terlindungi dari neraka Allah, sebagaimana syirik merupakan sebab utama yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka dan diharamkan dari surga Allah
6.      Tauhid merupakan syarat diterimanya amal seseorang dan akan bernilai di hadapan Allah.


Setelah kita tau tentang kedudukan tauhid itu kita dapat lebih memeksimalkan ketauhidan kita kepada alllah dan kita lebih mendekatkan diri lagi dengan allah saw.

                Tauhid dan akidah islam.

Sebuah keunggulan bagi umat islam dibanding dengan umat Beragama lain adalah identitas tauhid yang melekat di dalam hatinya. Sebgai agama yang menjungjung tinggi ketaiuhidan islam menempatkan ke-esaan allah pada posisi tertinggi. Dalam pandangan islam tuhan itu hanya allah swt yang merupakan pencipta dari seluruh alam semesta. Prisnsip itu di pertegas dari urutan pertama pada rukun islam yang menyebutkan bahwa tiada tuhan selain allah dan nabi Muhammad utusan allah
.
Dengan rukun islam yang pertama ini kita di wajibkan untuk membaca dua kalimat shadat. Pada saat itu kalimat tauhid di ucapkan, kalimat itu tidak pernah lepas dari seorang muslim ketika dia solat, kalimat itu di baca katika kumandang adzan untuk menegakkan solat. Artinya setiap muslim sudah di tekankan oleh allah untuk menjadi manusia yang bertauhid. Manusia yang mengesakan allah dan menerapakn ajaran illahi dalam jejak kehidupannya di dunia.

Kalimat tauhid sendiri merupakan esensi dari ajaran islam merupakan pondasi dari seluruh bangunan islam. Banguna islam disini adalah aqidah seperti pembahsaan akidah yang sangat mendasar yaitu rukun iman dan rukun islam di dalmnya terdapat urutan-urutan yang mana ajaran tauhid itu selalu di letakkan pada posisi pertama. Wujud dari manusia yang bertauhid itu sangat terpancar jelas kalau tauhid itu lailahailallah. Karena itu karakteristik pertama ialah menolak sesuatu objek penyembahan selain allah.karena sesuatu yang besifat penyembahan selain allah tidak dapat diterima oleh orang bertauhid.
                Tauhid bukan hanya mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah allah. Bukan hanya mengerti tentang ke esaan allah dan bukti-bukti rasional ke benaran dan wujudnya allah. Namun tauhid juga merupakn pemurnian ibadah kepada allah maksudnya yaitu menghambakan diri hanya kepada allah dan kosekwen dengan mentaatisegala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan rendah hati,cinta,harap, dan takut kepad allah.  
            Maka jika tauhid di kaitkan dengan pembahsaan pembahasaan akidah islam akan menjadi sebuaah komopnen yang utuh karena tauhid berperan sebagai poros dan kiadah berperan sebagai sebauah benda yang dihasilakan oleh poros tauhid tersebut. Seperti contoh pada pembahsaan akidah tentang rukun islam yang mana di dalamnya terdapat berbagai perbuatan atau amaliah yang menandakan seseorang itu Bergama islam. Dari semua urutan rukun islam itu berasal dari tauhid yang bila mana kita menunaikan semuanya maka kita dikatakan taat kepada allah dan memposisikan allah sebagai poros utama kaimanan kita.
           
Begitu pula tauhid dalam pembahasan akidah berikutnya yaitu dalam rukun iman. Sebagai berikut :
1.      Iman kepada allah.
Maka sudah jelas dalam rukun iman yang pertama ini kita bias dikatan beriman kepada allah dengan mempercayai dan meyakini wujudnya allah dan keesaan allah sebagai landasan ketauhidan seorang muslim.
2.      Iman kepada malaikatnya allah.
Yakni membenarkan adanya malaikat dan bahwasanya mereka itu adalah makhluk dari sekian banyak makhluk allah. Dengan demikian baahwasanya pencipta yang sebenarnya hanya allah yang menciptakan segala yang ada.
3.      Iman kepada rasul-rasul allah.
Yakni membenarkan semua rasul-rasul baik yang allah sebutkan namanya atau tidak. Dari yang pertama sampai yang terakhir dan menjadi penutup dari rasul-rasul allah, yaitu nabi Muhammad salallahhu’alaihi wasalam. Maka barang siapa yang tidak mengimani rasul allah dia telah kafir. Dan beriman kepada rasul-rasul allah sesuai dengan haknya mereka sebagai rasul jangan seperti kaum yahudi dan nasrani yang berlebih-lebihan terhad rasul mereka.dan mereka memperlakukan rasul mereka itu sebagaimana tuhan. Sedangkan dalam ajarannya setiap rasul mengajarkan ketauhidan hanya kepada allah.
4.      Iman kepad kitab-kitab allah.
Yakni membenarkan adanya kitab-kitab yang diturunkan allah kepada rasulnya. Beserta kandungannya baik berupa hidayah dan cahaya serta mengimani bahwasanya yang menurunkan kitab-kitab itu hanya llah sebagai petunjuk kepada umat islam.
5.      Iman kepada hari akhir atau hari kiamat.
Yakni memnyakini apa-apa yang terjadi setelah kematian dari hal-hal yang telah di beritakan allah dan rasulnya baik berupa adzab atau ni’mat di dalam kubur, hari diabangkitakan dari kubur dan perhitungan amal manusia berikutsyurga dan neraka. Semua itu jelas menjadi pertimbangan dari amaliah kita. Dan menjadi bukti bahwa kelak semua yang kita lakukan akan di perhitungkan dan di hisab oleh allah dan hanya padanyalah kita kembali.
6.      Iman kepada taqdir atau ketentuan allah.
Yakni beriman bahwasanya allah itu mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Menentukan dan menuslisnya dalam lauhul mahfudz, dan sesuatu yang tejadi baik maupun buruk itu telah di kehendaki,ditentukan dan di ciptakan. Allah itu mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

                  Manfaat belajar tauhid

Tauhid tidak hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh Seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, kesadaran seseorang akan tugas dan kewajiban sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. Hal ini nampak dalam hal pelaksanaan ibadat, tingkah laku, sikap, perbuatan, dan perkataannya sehari-hari.
Maksud dan tujuan tauhid bukanlah sekedar mengakui bertauhid saja tetapi lebih jauh dari itu, sebab tauhid mengandung sifat-sifat :
1.   Sebagai sumber dan motifator perbuatan kebajikan dan keutamaan.
2.   Membimbing manusia ke jalan yang benar, sekaligus mendorong mereka untuk
      mengerjakan ibadah dengan penuh keikhlasan.
3.   Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan, kekacauan dan kegoncangan hidup
4.   Mengantarkan manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin.

Dari empat poin yang diatas dapat dipahami bahwa tauhid selain bermanfaat untuk hal-hal batin, juga bermanfaat untuk hal-hal lahir. Sehingga dari poin tersebut sangat jelas manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Sementara dalam sumber lain, ada yang menspesifikasikan fungsi atau manfaat ilmu tauhid bagi kehidupan manusia adalah sebagai pendoman hidup yang dengannya manusia bisa terbimbing ke jalan yang diridhai Allah, dan dengan tauhid manusia bisa menjalani hidup sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT. Dengan tauhid manusia tidak hanya bebas dan merdeka, melainkan juga akan sadar bahwa kedudukannya sama dengan manusia lain manapun. Tidak ada manusia yang superior atau inferior terhadap manusia lainnya.

III.           PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Kata tauhid berasal dari bahasa arab. Tauhid diambil dari masdar atau kata kerja yaitu berasal dari kata wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yang memiliki arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Sedangkan menurut istilah adalahmempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yang merupakan kekhususan bagi-Nya,
2.      tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.
3.      Kalimat tauhid sendiri merupakan esensi dari ajaran islam merupakan pondasi dari seluruh bangunan islam. Banguna islam disini adalah aqidah seperti pembahsaan akidah yang sangat mendasar yaitu rukun iman dan rukun islam di dalmnya terdapat urutan-urutan yang mana ajaran tauhid itu selalu di letakkan pada posisi pertama. Wujud dari manusia yang bertauhid itu sangat terpancar jelas kalau tauhid itu lailahailalla
4.      tauhid selain bermanfaat untuk hal-hal batin, juga bermanfaat untuk hal-hal lahir. Sehingga dari poin tersebut sangat jelas manfaatnya bagi kehidupan manusia.