Wednesday, January 25, 2017

ILMU TAUHID


 
I.                  PENDAHULAN
Latar belakang.
Islam sebagai agama yang mempunyai dua dimensi yaitu keyakinan atau akidah dan sesuatu yang diamalkan atau amaliah. Amal perbuatan tersebut merupakan perpanjangan dan implentasi dari akidah tersebut. Islam dalah agama samawi yang berasal dari allah saw yang berintikan keimana dan perbuatan.
            Tauhid dalam islam sangatlah fundamental, karena pemahaman dari tauhid itu seseorang dapat beriman dan menjadi seorang muslim. Konsep tauhid dalam islam merupakan salah satu ajaran pokok yang sangat berpengaruh terhadap keislaman seseorang. Kearena bila pehaman tentang tauhid seseorang tidak kuat maka akan goyang pula pilla-pilar keislamannya secara menyeluruh.
II.               PEMBAHSAAN
                Pengertian tauhid
Kata tauhid berasal dari bahasa arab. Tauhid diambil dari masdar atau kata kerja yaitu berasal dari kata wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yang memiliki arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Sedangkan menurut istilah adalahmempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yang merupakan kekhususan bagi-Nya, yaitu yang berupa Rububiyah, Uluhiyah, dan Asma’ Wa Shifat. Dalam al-qur’an sering kali kita mellihat ayat-ayat yang menjelaskan tentang tauhid kepada allah. Begitupun dalam hadist nabi saw. Karena tauhid sendiri begitu di tekankan dalam ajaran islam.
Tauhid merupakan konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat syahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim. Maka wajib baginya menjungjung tinggi dan selalu ingat tentang apa yang telah iya tauhidkan yaitu allah swt. Kata Tauhid tentunya sering kita dengar, tapi sayang, ketika kita mendengar kata Tauhid tidak sedikitpun yang terdetik dihatinya untuk merinding. Padahal asal mula kata Tauhid berasal dari kitab yang sering kita pegang saat ini yakni Al Qur’an. Memahami dan mengamalkan Tauhid itu wajib bagi umat Muslim. Tauhid identik dengan Iman dan Kesungguhan.
                  Kedudukan tauhid.
Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah. Tidak ada keraguan lagi bahwa tauhid memiliki kedudukan yang tinggi bahkan yang paling tinggi di dalam agama. Tauhid merupakan hak Allah yang paling besar atas hamba-hamba-Nya, sebagaimana dalam hadits Mu’adz bin Jabal radiyallahu ‘anhu. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam berkata kepadanya: “Hai Mu’adz, tahukah kamu hak Allah atas hamba-Nya dan hak hamba atas Allah? Ia menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui”. Beliau mengatakan: “Hak Allah atas hamba-Nya adalah mereka menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.”
Dalam hal ini ada beberapa kedudukan dari tauhid dalam agama sabagai berikut :
1.      Tauhid merupakan dasar dibangunnya segala amalan yang ada di dalam agama
2.      Tauhid merupakan perintah pertama kali yang kita temukan di dalam Al Qur’an sebagaimana lawannya (yaitu syirik) yang merupakan larangan paling besar dan pertama kali kita temukan di dalam Al Qur’an
3.      Tauhid merupakan poros dakwah seluruh para Rasul, sejak Rasul yang pertama hingga penutup para Rasul yaitu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.
4.      Tauhid merupakan perintah Allah yang paling besar dari semua perintah. Sementara lawannya, yaitu syirik, merupakan larangan paling besar dari semua larangan.
5.      Tauhid merupakan syarat masuknya seseorang ke dalam surga dan terlindungi dari neraka Allah, sebagaimana syirik merupakan sebab utama yang akan menjerumuskan seseorang ke dalam neraka dan diharamkan dari surga Allah
6.      Tauhid merupakan syarat diterimanya amal seseorang dan akan bernilai di hadapan Allah.


Setelah kita tau tentang kedudukan tauhid itu kita dapat lebih memeksimalkan ketauhidan kita kepada alllah dan kita lebih mendekatkan diri lagi dengan allah saw.

                Tauhid dan akidah islam.

Sebuah keunggulan bagi umat islam dibanding dengan umat Beragama lain adalah identitas tauhid yang melekat di dalam hatinya. Sebgai agama yang menjungjung tinggi ketaiuhidan islam menempatkan ke-esaan allah pada posisi tertinggi. Dalam pandangan islam tuhan itu hanya allah swt yang merupakan pencipta dari seluruh alam semesta. Prisnsip itu di pertegas dari urutan pertama pada rukun islam yang menyebutkan bahwa tiada tuhan selain allah dan nabi Muhammad utusan allah
.
Dengan rukun islam yang pertama ini kita di wajibkan untuk membaca dua kalimat shadat. Pada saat itu kalimat tauhid di ucapkan, kalimat itu tidak pernah lepas dari seorang muslim ketika dia solat, kalimat itu di baca katika kumandang adzan untuk menegakkan solat. Artinya setiap muslim sudah di tekankan oleh allah untuk menjadi manusia yang bertauhid. Manusia yang mengesakan allah dan menerapakn ajaran illahi dalam jejak kehidupannya di dunia.

Kalimat tauhid sendiri merupakan esensi dari ajaran islam merupakan pondasi dari seluruh bangunan islam. Banguna islam disini adalah aqidah seperti pembahsaan akidah yang sangat mendasar yaitu rukun iman dan rukun islam di dalmnya terdapat urutan-urutan yang mana ajaran tauhid itu selalu di letakkan pada posisi pertama. Wujud dari manusia yang bertauhid itu sangat terpancar jelas kalau tauhid itu lailahailallah. Karena itu karakteristik pertama ialah menolak sesuatu objek penyembahan selain allah.karena sesuatu yang besifat penyembahan selain allah tidak dapat diterima oleh orang bertauhid.
                Tauhid bukan hanya mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah allah. Bukan hanya mengerti tentang ke esaan allah dan bukti-bukti rasional ke benaran dan wujudnya allah. Namun tauhid juga merupakn pemurnian ibadah kepada allah maksudnya yaitu menghambakan diri hanya kepada allah dan kosekwen dengan mentaatisegala perintahnya dan menjauhi segala larangannya dengan rendah hati,cinta,harap, dan takut kepad allah.  
            Maka jika tauhid di kaitkan dengan pembahsaan pembahasaan akidah islam akan menjadi sebuaah komopnen yang utuh karena tauhid berperan sebagai poros dan kiadah berperan sebagai sebauah benda yang dihasilakan oleh poros tauhid tersebut. Seperti contoh pada pembahsaan akidah tentang rukun islam yang mana di dalamnya terdapat berbagai perbuatan atau amaliah yang menandakan seseorang itu Bergama islam. Dari semua urutan rukun islam itu berasal dari tauhid yang bila mana kita menunaikan semuanya maka kita dikatakan taat kepada allah dan memposisikan allah sebagai poros utama kaimanan kita.
           
Begitu pula tauhid dalam pembahasan akidah berikutnya yaitu dalam rukun iman. Sebagai berikut :
1.      Iman kepada allah.
Maka sudah jelas dalam rukun iman yang pertama ini kita bias dikatan beriman kepada allah dengan mempercayai dan meyakini wujudnya allah dan keesaan allah sebagai landasan ketauhidan seorang muslim.
2.      Iman kepada malaikatnya allah.
Yakni membenarkan adanya malaikat dan bahwasanya mereka itu adalah makhluk dari sekian banyak makhluk allah. Dengan demikian baahwasanya pencipta yang sebenarnya hanya allah yang menciptakan segala yang ada.
3.      Iman kepada rasul-rasul allah.
Yakni membenarkan semua rasul-rasul baik yang allah sebutkan namanya atau tidak. Dari yang pertama sampai yang terakhir dan menjadi penutup dari rasul-rasul allah, yaitu nabi Muhammad salallahhu’alaihi wasalam. Maka barang siapa yang tidak mengimani rasul allah dia telah kafir. Dan beriman kepada rasul-rasul allah sesuai dengan haknya mereka sebagai rasul jangan seperti kaum yahudi dan nasrani yang berlebih-lebihan terhad rasul mereka.dan mereka memperlakukan rasul mereka itu sebagaimana tuhan. Sedangkan dalam ajarannya setiap rasul mengajarkan ketauhidan hanya kepada allah.
4.      Iman kepad kitab-kitab allah.
Yakni membenarkan adanya kitab-kitab yang diturunkan allah kepada rasulnya. Beserta kandungannya baik berupa hidayah dan cahaya serta mengimani bahwasanya yang menurunkan kitab-kitab itu hanya llah sebagai petunjuk kepada umat islam.
5.      Iman kepada hari akhir atau hari kiamat.
Yakni memnyakini apa-apa yang terjadi setelah kematian dari hal-hal yang telah di beritakan allah dan rasulnya baik berupa adzab atau ni’mat di dalam kubur, hari diabangkitakan dari kubur dan perhitungan amal manusia berikutsyurga dan neraka. Semua itu jelas menjadi pertimbangan dari amaliah kita. Dan menjadi bukti bahwa kelak semua yang kita lakukan akan di perhitungkan dan di hisab oleh allah dan hanya padanyalah kita kembali.
6.      Iman kepada taqdir atau ketentuan allah.
Yakni beriman bahwasanya allah itu mengetahui apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi. Menentukan dan menuslisnya dalam lauhul mahfudz, dan sesuatu yang tejadi baik maupun buruk itu telah di kehendaki,ditentukan dan di ciptakan. Allah itu mencintai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

                  Manfaat belajar tauhid

Tauhid tidak hanya sekedar diketahui dan dimiliki oleh Seseorang, tetapi lebih dari itu, ia harus dihayati dengan baik dan benar, kesadaran seseorang akan tugas dan kewajiban sebagai hamba Allah akan muncul dengan sendirinya. Hal ini nampak dalam hal pelaksanaan ibadat, tingkah laku, sikap, perbuatan, dan perkataannya sehari-hari.
Maksud dan tujuan tauhid bukanlah sekedar mengakui bertauhid saja tetapi lebih jauh dari itu, sebab tauhid mengandung sifat-sifat :
1.   Sebagai sumber dan motifator perbuatan kebajikan dan keutamaan.
2.   Membimbing manusia ke jalan yang benar, sekaligus mendorong mereka untuk
      mengerjakan ibadah dengan penuh keikhlasan.
3.   Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan, kekacauan dan kegoncangan hidup
4.   Mengantarkan manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin.

Dari empat poin yang diatas dapat dipahami bahwa tauhid selain bermanfaat untuk hal-hal batin, juga bermanfaat untuk hal-hal lahir. Sehingga dari poin tersebut sangat jelas manfaatnya bagi kehidupan manusia.
Sementara dalam sumber lain, ada yang menspesifikasikan fungsi atau manfaat ilmu tauhid bagi kehidupan manusia adalah sebagai pendoman hidup yang dengannya manusia bisa terbimbing ke jalan yang diridhai Allah, dan dengan tauhid manusia bisa menjalani hidup sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Allah SWT. Dengan tauhid manusia tidak hanya bebas dan merdeka, melainkan juga akan sadar bahwa kedudukannya sama dengan manusia lain manapun. Tidak ada manusia yang superior atau inferior terhadap manusia lainnya.

III.           PENUTUP
Kesimpulan
Kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Kata tauhid berasal dari bahasa arab. Tauhid diambil dari masdar atau kata kerja yaitu berasal dari kata wahhada, tawwahida, yuwahhidu, tauhida, baqiyah yang memiliki arti menjadikan sesuatu satu atau meng-Esakan. Sedangkan menurut istilah adalahmempunyai arti mengesakan terhadap Allah dalam sesuatu hal yang merupakan kekhususan bagi-Nya,
2.      tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah.
3.      Kalimat tauhid sendiri merupakan esensi dari ajaran islam merupakan pondasi dari seluruh bangunan islam. Banguna islam disini adalah aqidah seperti pembahsaan akidah yang sangat mendasar yaitu rukun iman dan rukun islam di dalmnya terdapat urutan-urutan yang mana ajaran tauhid itu selalu di letakkan pada posisi pertama. Wujud dari manusia yang bertauhid itu sangat terpancar jelas kalau tauhid itu lailahailalla
4.      tauhid selain bermanfaat untuk hal-hal batin, juga bermanfaat untuk hal-hal lahir. Sehingga dari poin tersebut sangat jelas manfaatnya bagi kehidupan manusia.

No comments:

Post a Comment